Lihat juga penjelasan tentang terapi khelasi EDTA, klik disini
Melanjutkan perkenalan saya, ketertarikan akan terapi khelasi EDTA karena saya anggap terapi ini akan menolong pasien dengan kelainan pembuluh darah dengan biaya yang relatif lebih murah dibandingkan dengan terapi lain yang dapat menyembuhkan penyakit tersebut. Terapi khelasi EDTA adalah pengobatan (yang dilakukan oleh dokter terlatih) secara intravena dengan menggunakan cairan yang terdiri dari mineral, vitamin, asam amino khusus buatan melalui reaksi kimia. Cairan ini dapat pula melarutkan ion kalsium (Ca+ +) yang salah tempat dan dikeluarkan melalui air seni (urine).Terapi khelasi EDTA untuk menghilangkan dampak pengerasan dinding pembuluh darah nadi yang disebabkan oleh beberapa faktor. Diantara penyakit itu adalah penyakit kardiovaskular (cardiovascular disease), atherosclerosis, penyakit jantung koroner (coronary heart disease), gangguan pembuluh darah perifer (peripheral vascular disease), stroke (kelumpuhan sebagian anggota badan), arteritis, scleroderma, dan berbagai masalah degeneratif (diantaranya diabetes melitus).
Terapi khelasi EDTA juga dapat meningkatkan taraf kesehatan dengan mengurangi beban penumpukan kalsium yang abnormal dan logam-logam berat lainnya serta meningkatkan manfaat mineral-mineral lainnya seperti magnesium, kalium/potasium. Hal ini terjadi dengan masuknya zat-zat berguna ke jaringan tubuh serta perbaikan asupan oksigen.
EDTA itu kepanjangan dari Ethylene Diamine Tetra Acid yaitu asam amino yang dibentuk dari protein makanan. Zat ini sangat kuat menarik ion logam berat (termasuk kalsium) dalam jaringan tubuh dan melarutkannya untuk kemudian dibuang melalui air seni (urine).
Dari pengamatan yang saya lakukan pada pasien yang menjalani terapi khelasi EDTA ini, terapi ini sangat menolong mereka dalam penyembuhan penyakitnya. Diantaranya, ada pasien dengan penyakit penyumbatan pembuluh darah jantung dapat tertolong sehingga penyumbatan dipembuluh darah tersebut dapat berkurang hingga hilang, bahkan ada pasien yang seharusnya akan menjalani operasi bypass jantung dapat tertolong tanpa operasi tersebut. Juga ada pasien dengan hiperkolesterol yang menjalani terapi ini dapat turun drastis kadar kolesterol dalam darahnya. Pasien dengan keluhan hipertensi yang sulit stabil tekanan darahnya, setelah menjalani terapi ini dapat stabil tekanan darahnya. Pasien stroke (kelumpuhan sebagian tubuh) dapat cepat pulih dengan menjalani terapi khelasi EDTA ini.
Saya menganjurkan kepada mereka yang telah berusia diatas 40 tahun untuk melakukan terapi khelasi EDTA ini guna pencegahan dan peningkatan kondisi kesehatannya.
Dibawah ini foto dari pasien yang menjalani terapi khelasi EDTA.

Referensi tambahan, saya kutip dibawah ini dari website Elmer M. Cranton M.D. :
EDTA CHELATION THERAPY
Chelation therapy is an intravenous itherapy performed in a doctor’s office to treat andphoto of patient getting chelation therapy prevent cardiovascular disease, atherosclerosis, coronary heart disease, peripheral vascular disease, scleroderma, and other age-related problems. Properly administered, chelation therapy improves metabolic function and increases blood flow, opening blocked arteries throughout the body. The amino acid, ethylene-diamine-tetra-acetic acid (EDTA), is administered by slow intravenous infusion using a small 25-gauge needle. The protocol for administering EDTA was researched by Elmer M. Cranton, MD, author of Bypassing Bypass Surgery
and editor of A Textbook on EDTA Chelation Therapy.
– o –
Chelation Therapy Endorsed by a Bypass Surgeon
With a Case report
EDTA: A Life-Changing Experience
As a conventionally trained cardiovascular surgeon, the concept of free-radical pathology causing atherosclerotic vascular disease was not included in the curriculum. EDTA chelation was not a treatment option for our patients. Vitamins and minerals were not considered a valuable adjuvant to the advanced technology of angioplasty and bypass surgery. My dream of being a heart surgeon was becoming reality. However, I discovered a real problem. We were delivering symptomatic therapy and ignoring the disease process. The patients were encouraged to stop smoking, change their diet, exercise, and alter their lifestyle. Most patients were unsuccessful and were sent home for the untreated disease to continue its progression against health and life.
I was first encouraged to learn about the possible benefit of vitamin E for cardiac patients. Research led me to believe there was in fact enough evidence to substantiate the inclusion of vitamin E in my treatment protocol. There was still more I needed to learn, and I continued my quest for knowledge. I then discovered the concept of free-radical damage to the vascular endothelial cell membrane leading to plaque formation and stenosis. The addition of EDTA and a more intense vitamin regimen has provided many of my patients with the opportunity to experience improvement and healing even without surgery. The case history of one of these patients serves as an example of this truth.
A 72-year-old man presented to the Surgery Clinic and Vascular Treatment Center for continuation of chelation therapy because of atherosclerotic coronary artery disease. The first coronary artery bypass surgery performed after a myocardial infarction was unsuccessful. A second coronary artery bypass also resulted in angina that severely limited his level of activity and threatened to decrease his life expectancy. Post-surgical medical management failed to improve his condition. He was sent home with no hope for improvement and no other options.
Determined to find help for his failing heart, he discovered chelation therapy. With chelation, there was immediate improvement with reduction of anginal episodes and an increase in work capacity. EDTA chelation was given twice weekly and then reduced to monthly therapy after 30 treatments. Over 200 chelation treatments have been given since the initial medical and surgical therapy failure 22 years ago. For longer than 2 decades he has enjoyed complete symptomatic relief with no activity restriction. He was faced with the reality of an early death after his bypass surgeries failed, and was instructed to go home and enjoy the little time left to him. Chelation has truly been a gift of extended life for this gentleman.
Recently, this same patient was scheduled for coronary angiography in preparation for gallbladder surgery. His surgeon requested this study because of his cardiac history. The arteriogram showed no significant coronary artery disease. Twenty-two years earlier, there was documented coronary artery blockage sufficient to warrant 2 bypass surgeries. He tolerated the gallbladder surgery without incident. EDTA chelation therapy is being continued on a monthly basis. He remains active without symptoms or restriction of activity.
In conclusion, this history represents a patient with coronary artery atherosclerotic disease twice leading to myocardial infarction and bypass surgery. When the second surgery also ended in failure, he was given no hope for recovery. After more than 200 chelation treatments, an arteriogram demonstrated total reversal of the atherosclerotic process suggesting healing of a disease that is the number one cause of death and disability in America today.
The inclusion of EDTA chelation as a treatment for atherosclerotic vascular disease has been the single best therapeutic addition to my practice of general and vascular surgery, which began 19 years ago.
DIarsipkan di bawah: dokter, jantung koroner, kesehatan, khelasi / chelation, stroke | Ditandai: arteritis, artikel kesehatan, atherosclerosis, cardiovascular disease, chelation therapy, coronary heart disease, diabetes melitus, EDTA, gangguan pembuluh darah perifer, hipertensi, kelumpuhan sebagian anggota badan, khelasi, kolesterol, masalah degeneratif, pembuluh darah, penumpukan kalsium, penyakit, penyakit jantung koroner, penyakit kardiovaskular, penyakit penyumbatan pembuluh darah jantung, peripheral vascular disease, scleroderma, stroke, terapi khelasi
















Informasi yang menarik.
Hallo salam kenal..
Saya belum terlalu menguasai materi EDTA chelation therapy ini. Tapi setau saya, dan berdasarkan sumber yang saya baca, Terapi khelasi EDTA ini masih kontroversial. Mempunyai benefit namun High Risk. Dan banyak dilaporkan kasus kematian karena cardiac arrest saat menjalani terapi ini. Mungkin karena imbalans elektrolit??
Mohon penjelasannya…
Regards..
(saya izin nge-link ke blog ini ya…)
pasti biayanya mahal ya mbak??
btw, makasih udah mngomentari blokku juga… hehhe
ada pelatihannya mba? Sy browsing ada bbrp klinik yg udh pake terapi ini d jakarta.. Mba udh pke terapi ini? Udah dpet bukunya mba? Dishare dong..
Mbak,apakah therapi ini bisa untuk anak2 yg diduga keracunan merkuri? anak saya didiagnosa keracunan logam berat,trus kata dokternya mesti dikhelasi..sudah berjalan 6 bulan..EDTA yg dipakai ada yg masuk lewat dubur..apa benar ada yg bgt??? biayanya mnurut saya tinggi…dan skrg edta yg melalui dubur ngak ada lg (kt dokter itu dr Amrik S)..jd skrg pake edta oles…apa sama aja mbak?? thx yach atas penjelasannya..
Thanks atas penjelasannya.
Mbak dimana saya bisa mendapat EDTA anal disini?? apakah di jkt ada?? atau mbak sendiri ada ?? Trus apa benar bila NEUROFILAMEN (+) bisa diobati dgn khelasi.. Apakah ada efek samping khelasi edta bagi anak2 ??
apakah EDTA cocok untuk penderita auto imune disorder Lychen Planus? di mana ada klinik EDTA di Jogjakarta? Berpa biayanya di klinik Ibu?
udah kena stroke kena fobia sosial (antisosial)..wots should i do??
saya ingin konsultasi ke klinik sartika, mungkin bisa di kasih info mengenai alamat dan nomor telfonnya?
dan apakah pada tanggal 9 april 2009 ( PEMILU ) tetap buka karena saya ada rencana kesana.
Terima Kasih
Salam
Afif Farisi
Yth.dr.Anis..salam kenal..
Yang ingin saya tanyakan disini:
1. apakah terapi khelasi ada effek negatif yang membahayakan pasien.
2.apakah hasil test lengkap laboratorium dan ecg cukup sebagai dasar untuk melakukan terapi khelasi.
3.setelah dokter menyarankan terapi khelasi setelah melihat hasil test laboratorium lengkap dan ecg apakah perlu untuk check ulang dengan dokter jantung lain untuk memastikannya.
4.apakah sebelum dan sesudah khelasi harus makan dan selama khelasi boleh minum ?
5. apakah terapi khelasi effektif untuk diabet dan asam urat ?Terimakasih atas jawaban yg akan diberikan..
1.apakah setelah khelasi 10 kali untuk bulan bulan berikutnya sudah bebas sama sekali tanpa khelasi lagi.
2.untuk anak penderita epilepsi apakah juga dapat di khelasi untuk peyembuhannya .
3.apakah khelasi juga dapat diberlakukan untuk anak-anak minimum usia anak berapa supaya dapat dikhelasi. 4. untuk penderita stroke yang telah 5 TAHUN apakah masih dapat di khelasi untuk penyembuhannya.
5.untuk pasien yang telah cuci darah apakah terapi khelasi dapat menyembuhkan sehingga berakhir tanpa cuci darah lagi.
Terima kasih atas jawabannya..