![]()
Sumber kutipan : Kalbe.co.id 5 Februari 2008
Sudah sejak lama kedelai dianggap menguntungkan bagi kesehatan. Karena dianggap dapat memperbaiki profil lemak, US Food and Drug Administration dan the American Heart Association mengeluarkan rekomendasi untuk mengkonsumsi protein kedelai sejumlah ≥25 g untuk mengurangi risiko penyakit jantung. Dari penelitian diketahui bahwa kedelai memiliki pengaruh lain selain pengaruhnya terhadap kadar lemak darah, yaitu pengaruhnya pada fungsi vaskular.
Isovlavone kedelai merupakan bagian penting dari kelas phytoestrogen, yang dalam penelitian terbukti:
- Menurunkan oksidasi in vivo
- Merangsang pembentukan NO (nitric oxide)
- Memperbaiki compliance arterial sistemik
- Mengatur keseimbangan garam dan air,
Dengan demikian diperkirakan bahwa kedelai memberikan perlindungan terhadap terjadinya hipertensi. Konsumsi kedelai juga diperkirakan mengurangi konsentrasi CRP (C-reactive protein) yang merupakan penanda inflamasi sistemik yang berhubungan dengan kejadian hipertensi.
Penelitian-penelitian dalam skala kecil lainnya memperlihatkan bahwa konsumsi kedelai dapat menurunakan tekanan darah, walaupun hasilnya secara keseluruhan belum dapat dikatakan konsisten. Dalam suatu penelitian juga diketahui bahwa konsumsi protein kedelai dapat meningkatkan eNOS (endothelial nitric oxide synthase) dan ekspresi gen pada pembuluh darah dan jaringan lain, sehingga mengurangi stress oksidatif dan meningkatkan bioavailabilitas NO (nitric oxide), sehingga pemberian protein kedelai dapat merupakan terapi alternatif pada pasien wanita pasca-menopause dan pasien dengan risiko penyakit jantung koroner. Pada penelitian lainnya diketahui bahwa, pemberian susu kedelai dalam jangka waktu yang lama memiliki pengaruh hipotensi yang bermakna pada pasien hipertensi.
Berdasarkan guideline dari JNC 7 (Joint National Committee on Prevention, Detection, Evaluation, and Treatment of High Blood Pressure) dimulai dari tekanan darah 115/75 mmHg, terjadi peningkatan ganda risiko penyakit kardiovaskular, setiap peningkatan 20/10 mmHg. Lebih lanjut lagi, pasien usia 55 tahun dengan tekanan darah normal (<120/80 mmHg), memiliki risiko menderita hipertensi sebesar 90% sepanjang hidupnya. Menurut JNC 7 pula, pasien dengan tekanan darah sistolik 120-139 dan tekanan darah diastolik 80-89, termasuk ke dalam kriteria prehipertensi dan perlu melakukan modifikasi gaya hidup untuk mencegah penyakit kardiovaskular.
Sebuah penelitian dilakukan untuk mengetahui apakah protein kedelai (dibandingkan dengan sumber protein yang lain) dan sebagai bagian dari diet modifikasi gaya hidup Therapeutic Lifestyle Changes (TLC), memberikan manfaat tambahan bagi pasien wanita hipertensi pasca menopause dan wanita dengan tensi normal, dengan kelompok pasien dengan diet TLC yang biasa.
Diet TLC direkomendasikan oleh National Cholesterol Education Program (NCEP) pada kelompok pasien dengan kondisi medis dan risiko tertentu seeprti LDL kolesterol yang tinggi, gangguan lemak lainnya, penyakit kardiovaskular, diabetes melitus, resistensi insulin atau sindroma metabolik.
Sumber kedelai dalam penelitian ini adalah setengah cangkir kacang kedelai-panggang yang mengandung 25 g protein kedelain dan 101 mg aglikon isoflavon (genistein, daidzein, dan glisitein).
Angka kejadian penyakit arteri koroner di Asia lebih rendah daripada di negara-negara Barat. Penelitian yang dilakukan oleh Welty dan rekan memperlihatkan bahwa perubahan diet yang sederhana dari protein bukan-kedelai menjadi bukan kedelai dapat menurunkan tekanan darah dengan kekuatan yang hampir sama dengan penurunan tekanan darah yang disebabkan oleh obat antihipertensi. Selain itu penelitian ini memeprkirakan bahwa diet kedelai dapat menurunkan kadar kolesterol pada pasien dengan tekanan darah tinggi.
Sebagaimana telah diungkapkan pada penelitian-penelitian mengenai hipertensi sebelumnya, perbedaan sedikit saja pada tekanan darah dapat memberikan perbedaan yang besar pada risiko kardiovaskular :
- Peningkatan 20 mmHg untuk TDS dan 10 mmHg untuk TDD dapat menggandakan risiko kardiovaskular.
- Penurunan TDS sebesar 12 mmHg selama 10 tahun dapat mencegah 1 kematian untuk tiap 11 pasien dengan hipertensi tingkat I.
- Penurunan tekanan darah 2 mmHg untuk TDS dapat menurunkan risiko penyakit jantung koroner 6% dan stroke 15%
Penelitian ini bukanlah penelitian yang pertama kali dilakukan untuk mengkonfirmasi hubungan antara kedelai dengan penurunan tekanan darah, namun penelitian ini membuka wawasan baru mengenai penyajian kedelai yang dikonsumsi. Kedelai yang dipanggang, setengah cangkir, tanpa garam, tampaknya cukup nikmat dan mengenyangkan bagi pasien.
Pertanyaan berikut yang harus diberikan adalah:
- Bahan apa yang terkandung dalam kedelai yang dapat mempengaruhi tekanan darah?
- Apakah kandungan isoflavon pada kedelai ini yang menyebabkan penurunan tekanan darah dan perbaikan kadar lemak darah pada kelompok pada diet kelompok yang diberikan kedelai? Ataukah ada zat lain yang ikut berpengaruh?
Isoflavon diperkirakan bersifat kardioprotektif, karena kemiripan strukturnya dengan estrogen. Beberapa penelitian memperkirakan bahwa protein pada hakekatnya dapat meningkatkan respon antiinflamasi dan memiliki sifat mencegah aterosklerosis.
Namun hal ini tidak dapat dijawab oleh penelitian yang hanya melibatkan 12 wanita hipertensi. Sebagai tambahan, suplemen fitoestrogen dalam bentuk tablet isoflavon yang terisolasi tidak memiliki efek apapun pada penelitian-penelitian yang dilakukan sebelumnya.
Kesimpulan:
- Dalam penelitian yang dilakukan, pemberian kedelai dapat membantu menurunakan tekanan darah dan memperbaiki kadar lemak darah, sehingga pemberiannya sangat dianjurkan pada pasien dengan risiko penyakit kardiovaskular dan sindroma metabolik
- Perlu dilakukan penelitian lanjutan mengenai zat apakah dalam kedelai yang dapat menurunakan tekanan darah dan kadar lemak dalam darah tersebut.
- Masyarakat hendaknya terus menjaga gaya hidup dengan mengkonsumsi makanan yang sehat. Terutama orang yang sudah termasuk ke dalam prehipertensi.
Sumber kutipan : Kalbe.co.id 5 Februari 2008
Lihat juga tulisan tentang Terapi PLAQUEX
DIarsipkan di bawah: Makanan, kesehatan, stroke | Ditandai: hipertensi, kardiovaskular, Kedelai, kesehatan, Makanan
















mau tanya dok???
sejak umur berapa sih kita harus mulai memperhatikan tekanan darah???
umur saya 20 tahun, berapa normalnya tekanan darah saya??
thanks before…
Bu dokter,
Kalau susu kedelai dikonsumsi oleh orang yang bertekanan darah rendah apakah juga baik dok?
Terimakasih.
Salam kenal
Iya benar sekali…..makannya saya senang makan tahu tempe… he…he..
Salam kenal dok.
Saya Gerard 58 tahun mau bertanya mengenai terapi plaquex yang Ibu dokter lakukan di rumah sakit Sartika alamatnya di mana dan berapa biayanya sekali terapi dan untuk penyakit darah tinggi berapa kali terapi ??? Terima kasih atas jawabannya.
Salam saya,
Gerard Binilang
Bekasi Utara.
kedelainya berbentuk susu kedelai dok ?
Saya berusia menjelang 50 tahun, pernah stroke ringan, dan tensi saya tidk pernah turun smpai 120/80. Hidung rasanya mempet, kalu bicara rasanya sengau. Sudh sering berobat ke dokter syaraf, tapi hasilnya nol. Apa yang harus saya lakukan dok ?
Terima kasih.
Jajajng sumarna
di Sukamandi, subang
Dr. Anis,
Saya ingin bertanya mengenai terapy nya, berapa kali dan berapa biaya nya..,
terimakasih
Salam
Ronny
Dr. Anis ,
Apakah bisa terapi hari minggu ?
Mohon jawaban.
dr. Anis,
Sy ingn mdapat pnjelasan..
Bgmana sesungguhnya hubungan antara pola makan dengan tekanan darah? Makanan apa saja yang berpengaruh besar thd tekanan darah?
Mohon pnjelasannya..
Trimakasih..